Bulan Ramadhan, Stok Darah di PMI Tenggarong Menipis
TENGGARONG,Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Kartanegara mulai menipis.
Hal ini disebabkan banyaknya stok darah dari pendonor yang ditolak pada waktu penyeleksian oleh PMI Kukar karena berbagai macam faktor, sehingga darah yang didonorkan oleh para pendonor menjadi tidak memenuhi standar.
"Kalau untuk waktu puasa ini ada saja pendonor, karena mungkin waktu kami proses untuk seleksi banyak yang ditolak, karena mungkin pengaruh faktor tekanan darah, mungkin faktor kurang tidur dan mungkin karena puasa ada yang begadang itu yang menjadi faktor sih karena kekurangan stok disini," jelas Muhammad Akbar, Staff Teknis PMI Kukar pada awak media, Senin (20/5/2019).
Akbar juga menambahkan banyak yang masih mendonorkan darahnya setelah berbuka puasa, yakni dari pukul 19.00 hingga pukul 23.00 wita. Tetapi karena berbagai faktor yang membuat banyak juga darah yang tidak bisa diolah dan menjadi stok PMI Kukar.
Untuk permintaan akan darah oleh pasien yang kebanyakan dari RSUD. AM. Parikesit Tenggarong, rata-rata PMI Kukar melayani 15 kantong perharinya. Untuk menyiasati kebutuhan stok darah yang kian menipis, PMI Kukar tetap memberikan bantuan kepada keluarga pasien untuk yang pertama kali, lalu menyarankan keluarga pasien untuk mencari pendonor lain. Tidak hanya itu, PMI Kukar juga memiliki pendonor aktif, jika memang dibutuhkan "emergency" oleh pasien.
Untuk menanggulangi dan menyiasati ketersediaan stok darah, PMI Kukar sebelumnya melakukan donor darah di perusahaan, salah satunya perusahaan di tabang. Disana PMI sendiri berhasil mengumpulkan hingga 97 kantong darah. Tidak hanya itu, PMI Kukar juga giat memberikan pemberitahuan di rumah ibadah dan pemberitahuan di grup "Blood Alert Community" yang memang antusias dalam membantu.pii/poskotakaltimnews.com